Menciptakan Lapangan Kerja, Mengentaskan Pengangguran

Untuk memfasilitasi pelatihan atau magang bagi mahasiswa dan lulusan, Prof. Naswir telah membuat Unit Kerja Mahasiswa di Mersam Kabupaten Batanghari. Di UKM tersebut mahasiswa dan alumni bisa berlatih membuat polimer dan karbon aktif dari bahan baku tempurung kelapa, cangkang sawit, dan batu bara. Iklim investasi kondusif itu antara lain kepastian hukum yang menyangkut konsistensi kebijakan, termasuk persoalan tanah, perburuhan, dan perizinan. “Tanpa diminta publik pun, sudah menjadi tugas pokok pemerintah menghapus kemiskinan dan pengangguran,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J Supit, ketika dihubungi di Jakarta, Senin (2/1).

Seperti rajin belajar, membantu orang tua, serta rajin beribadah, agar bisa dimudahkan dalam mencapai cita-cita yang dimilikinya. “Sekarang, lagi fokus untuk meningkatkan kualitas diri dan membangun jaringan seluas-luasnya untuk menatap masa depan yaang gemilang. Mudah-mudahan cita-citaku bisa tercapai, sehingga hidup bisa menjadi berwarna,” pungkasnya. Ditambahkannya, ketika di kampus mahasiswa bisa ikut dalam tim penelitian dosen untuk mengasah talent. Sehingga setelah lulus mahasiswa berani membuka usaha dengan berinovasi melalui teknologi dan memanfaatkan sumber daya alam dilingkungannya.

Membuka Lapangan Pekerjaan

Hobi membaca, maka individu dapat membuka usaha dalam menyewakan buku, jual beli buku bekas, distributor agen koran maupun majalah. Hobi melukis, dapat membuka peluang usaha dalam pembuatan kaligrafi, pembuatan lukisan untuk sablon dsb. Hobi main sport, menjadi peluang untuk membuka usaha rental playstation, sport online, toko peralatan recreation, pengisian aplikasi game untuk handphone atau produk gadget. Hobi menjahit, dapat dikembangkan menjadi usaha jahitan, seperti permak jeans, home industri aneka produk fasion.

Apalagi saat ini ini tak seperti dulu yang susah untuk membangun suatu bisnis karena memang sudah didukung oleh pemerintah. Itulah yang dikatakan oleh Marah Bangun, govt produser MNC TV yang mulai mencoba peruntungan di dunia bisnis. Salah satu bisnis yang ditekuninya adalah media on-line, Komunitascintadakwah.com. Dia mengajak mahasiswa bukan sekedar menjadi pekerja namun membuka lapangan pekerjaan ketika mengisi sebuah acara Pekan Koperasi Mahasiswa (3/10) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Menurut LaNyalla, pendirian pabrik akan membuka lapangan kerja dan memberikan kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas petani.

Pelatihan tersebut dikemas dalam program kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi di dinas setempat. Parlemen Indonesia mengesahkan RUU penciptaan lapangan kerja Oktober lalu menjadi undang-undang dengan proses yang cepat, termasuk debat malam dan akhir pekan. Menurut Hanif, aplikasi ini penting karena 60% dari tenaga kerja pada tahun 2017 yang sebesar 131 juta, 60 % nya masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP yang berumur 15 tahun dengan akses sangat terbatas. Dari sisi pencari kerja, proses pencarian melalui portal ini berbeda dengan proses lowongan kerja di media massa.

Bahkan jika dilihat dari perubahan julah TPT dalam satu tahun terakhir di perkotaan hanya berkurang 0,04 persen dibanding perdesaan sebanyak 0,27 persen. “Sekarang banyak tantangan memulai bisnis terlebih di saat krisis selalu penuh dengan tantangan. Saya di PHK dan kehilangan pekerjaan dan harus banting stir memulai usaha sebagai opsi terakhir untuk bertahan,” ujarnya. Menteri Sandiaga Uno juga memberikan motivasi kepada para milenial untuk terus ersemangat, bertahan, dan berinovasi di tengah pandemi untuk memulai bisnis mereka. Sandiaga Uno juga berkisah tentang pengalaman dirinya saat memulai usaha di tengah tantangan krisis yang terjadi di tahun 1997.

JAKARTA – Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects bertajuk Boosting The Recovery merekomendasikan empat pilar reformasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19. Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina mengatakan, PT Pos Indonesia, membuka lapangan kerja sebagai pengantar paket serta agen PT Pos Indonesia dengan payment 20 persen. MAROS—Tim Penggerak PKK Sulsel terus melakukan berbagai langkah dalam membuka lapangan kerja yang sebesar-besarnya ditengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menggandeng PT Pos Indonesia dalam menyiapkan lapangan kerja. “Itu bisa menghasilkan talenta-talenta atau angkatan kerja yang memiliki keterampilan sesuai standar industri,” tegasnya.

Rutam