Pentingnya Sistem Pengendalian Manajemen

Sebelum mengambil keputusan ini manajemen harus yakin bahwa secara teknis dapat dibuat sebuah produk dengan cepat, secara ekonomis dapat dibuat sebuah produk unggul pada tingkat harga yang direncanakan, serta jumlah konsumen yang suka produk tersebut yang memadai. Manajemen pemasaran harus diperhatikan oleh sebuah organisasi atau perusahaan karena berkontribusi banyak hal untuk kelancaran proses pemasaran produk. Yaitu melakukan pengamatan berkala terhadap pelaksanaan pengelolaan dan penggunaan logistik dan peralatan untuk melihat keberhasilan pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan.

Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Planningyang baik harus memiliki tujuan, dibuat secara rasional dan sederhana, memuat analisis pekerjaan, flkesibel sesuai dengan kondisi, memiliki keseimbangan dan juga mampu mengefektifkan sumber daya. Kepemimpinan adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi pikiran, kepemimpinan, kontrol, perasaan, atau perilaku orang lain untuk mencapai tujuan utama mereka. Ada dua jenis bahan dalam unsur bahan, yakni bahan setengah jadi dan bahan jadi. Tanpa adanya bahan, bisa dipastikan Anda akan kesusahan untuk menghasilkan produk yang hendak dijual. Seluruh rencana yang disusun dapat menjadi percuma dan menghambat perusahaan mencapai tujuannya.

Berbagai perubahan atau tindakan pengendalian yang kurang efektif kemudian akan ditinjau ulang untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Hasil identifikasi risiko nantinya akan memberikan gambaran mengenai konsekuensi dan probabilitas dari risiko yang ada untuk menentukan tingkat atau stage risiko pada tahap analisis. Prelimanary phase pada operational audit merupakan basis pada tahap pengujian audit yang terperinci. DP manajemen sebaiknya diberitahu pengungkapan penyimpangan dan membantu dalam petunjuk pada lingkup permasalahan. Auditor mendisain program audit untuk maenemukan pertimbangan atau penyebab ketidakcocokan. Mengurangi ketergantungan pada nonauditing personel untuk melakukan peringkasan knowledge, dengan demikian auditor dapat mengelola pengendalian audit yang lebih baik.

Sehingga dapat diimplementasikan secara lebih tersistem dan terstruktur. Fungsi dasar dari ilmu manajemen yaitu sebagai elemen yang harus ada dalam kegiatan manajemen sebagai acuan dari seseorang yang bertugas sebagai pengelola, atau manajer. Manajer inilah yang bertugas untuk memastikan bahwa tujuan dapat tercapai, dengan membuat perencanaan, koordinasi, dan pengendalian. Dengan adanya mesin atau teknologi, pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia pasti akan lebih mudah. Mary Parker Follet, manajemen adalah seni dalam menyelesaikan tugas melalui perantara.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan Pengendalian dan Evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan. Tujuan Monitoring untuk mengamati/mengetahui perkembangan dan kemajuan, identifikasi dan permasalahan serta antisipasinya/upaya pemecahannya. Dan menurut pendapat George R Terry ada 5 fungsi manajemen, yakni planning , organizing , actuating atau pelaksanaan yakni adanya manajemen untuk mendorong anggota agar selalu berusaha keras untuk mencapai tujuan perusahaan, dan controlling . Salah satu cara untuk memiliki ketrampilan dan kemampuan identifikasi, evaluasi dan menyusun sistem pengawasan resiko adalah dengan mengikuti pelatihan tentang manajemen risiko dan pengendalian resiko. Dibutuhkan dasar ilmu dan juga keterampilan untuk dapat menjalani proses identifikasi hingga seorang pengelola lembaga usaha mampu melakukan pengendalian resiko dan memanfaatkannya untuk keuntungan lembaga usaha.

Evaluasi, dan Pengontrolan merupakan hal yang penting dalam bisnis

Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses kordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Sistem Pengendalian Mutu dalam Penugasan Penilaian di KJPP adalah salah satu cara pencegahan untuk mengantisipasi ancaman terhadap kemampuan seorang Penilai dalam mematuhi prinsip dasar etik. Untuk penugasan penilaian di lingkungan DJKN, tujuan sistem pengendalian mutu adalah agar dapat memberikan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Perlu digarisbawahi bahwa kegiatan evaluasi dan pemantauan yang dilakukan oleh Unit Kepatuhan Internal mencakup tidak hanya pemantauan atas penugasan penilaian namun seluruh kegiatan pada unit kerja tersebut. Dalam masing-masing kegiatan tersebut terdapat 2 jenis pengendalian utama.

Rutam